🤖 Protokol Agentik (Agentic Protocols)
Dokumen ini mendefinisikan standar interaksi dan kolaborasi antara Manusia (Arsitek) dan AI (Navigator/Agent). Tujuan protokol ini adalah memastikan otonomi AI tetap selaras dengan visi manusia tanpa mengurangi efisiensi eksekusi.
1. Loop OODA dalam Kerja Agentik
Kolaborasi tidak boleh dilakukan secara acak. Kita mengikuti siklus OODA (Observe, Orient, Decide, Act) yang dipercepat:
- Observe (Observasi): AI mengamati status saat ini (error logs, file content, context).
- Orient (Orientasi): AI memetakan observasi dengan standar arsitektur yang ada.
- Decide (Keputusan): AI mengusulkan rencana tindakan (Implementation Plan).
- Act (Tindakan): Eksekusi kode setelah persetujuan manusia.
[!IMPORTANT]
Manusia memegang kendali pada fase Decide untuk perubahan besar, namun memberikan kebebasan pada AI untuk Act pada perubahan mikro (refactor kecil, fix typo).
2. Gerbang Verifikasi (Verification Gates)
Setiap output AI harus melewati filter kualitas. Jangan pernah menerima kode tanpa proses “Sanitasi Intelektual”:
- Context Check: Apakah AI memahami dependensi file lain?
- Idempotency Check: Apakah kode ini bisa dijalankan berulang kali tanpa merusak state?
- Security Check: Apakah ada rahasia (secrets) atau celah keamanan yang diperkenalkan?
graph LR
A[AI Proposal] --> B{Human Review}
B -- Tolak --> C[Iterasi/Refinement]
B -- Terima --> D[Execution]
D --> E[Verification/Test]
E -- Error --> C
E -- Success --> F[Commit]
3. Rantai Densitas (Chain of Density)
Dalam berkomunikasi dengan AI, gunakan prinsip densitas informasi yang meningkat:
- Tahap 1: Berikan gambaran besar (Big Picture).
- Tahap 2: Berikan batasan teknis (Constraints).
- Tahap 3: Berikan contoh spesifik atau dokumentasi referensi.
4. Etika Simbiosis
- Kejujuran Intelektual: Akui jika Anda menggunakan AI untuk bagian besar dari kode.
- Audit Sang Maestro: Di Fase 8 (Developer Journey), Anda wajib mampu menjelaskan setiap baris kode yang dihasilkan AI seolah-olah Anda yang menulisnya sendiri.
🏠 Home | 🗺️ Roadmap